Total Tayangan Halaman

Rabu, 20 Juli 2011

proses kejadian manusia 3


PROSES KEJADIAN MANUSIA MENURUT AL-QUR’AN
SURAT AL-HAJJ AYAT 5

5. Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

TAFSIR AYAT ;

Ayat ini diturunkan untuk memperjelas terhadap keraguan manusia terhadap datangnya hari kiamat. Mereka disuruh untuk memperhatikan apa yang ada pada dirinya, yaitu kejadian manusia yang sempurna itu berasal dari tanah. Setelah saripati tanah dimakan oleh manusia , maka sampailah pada proses, yaitu nuthfah, alaqoh dan mudghoh (QS. Al-mukminun ayat 12 – 13). Allah menjelaskan bahwa pada mudghoh ada sempurna dan ada juga yang tidak sempurna. Semua itu dijadikan Allah sebagai penjelasan terhadap keraguan manusia. Itulah yang dimaksud dengan :

Baik yang sempurna atau tidak sempurna , semua oleh Allah ditetapkan atau diletakkan di dalam rahim sampai waktu tertentu(lebih kurang 9 bulan 10 hari). Setelah sampai waktu tetentu dia dilahirkan oleh Allah sebagai bayi  lama kelamaan dia akan mencapai kedewasaan baik fisik maupun mentalnya.

Setelah manusia dilahirkan, Allah menetapkan ada usia yang dipendekkan ada pula yang dipanjangkan. Standar panjang dan pendek usia kurang lebih 60 tahun. Mereka yang dipanjangkan usianya. Allah memberikan gambaran-Nya bahwa : dia sampai pikun, artinya bahwa manusia itu seakan-akan kembali bagaikan anak-anak.

Setelah Allah menjelaskan keraguan orang terhadap datangnya hari kiamat, lewat kejadian manusia, di sini Allah menegaskan kembali terhadap mereka yang masih ragu agar memperhatikan keadaan di sekelilingnya, yaitu bumi. Allah menjelaskan bumi yang tandus dengan kodrat dan irodah Allah SWT, dapatlah tumbuh suatu tanam-tanaman yang semula tak terbayangkan. Itulah hari kiamat dan itu pula kehidupan manusia.

------

proses kejadian manusia 2


PROSES KEJADIAN MANUSIA MENURUT AL-QUR’AN
SURAT AL-MUKMINUN AYAT 12 – 14


12. dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
13. kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
14. kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.


TAFSIR AYAT :
Ayat ini menjelaskan kejadian manusia tahab ke dua. Artinya setelah diciptakan Adam dan Hawa, bahwa manusia itu semua berasal dari saripati tanah, yaitu segala sesuatu tanaman yang dimakan manusia. Dari saripati tanah itu Allah menjadikan nuthfah yaitu sperma yang menempel pada dinding rahim wanita. Jadi kalau sperma masih dalam laki-laki belum dapat dikatakan nuthfah seperti halnya mimpi. Nuthfah yang disimpan mulai titik pembuahan membutuhkan waktu kurang lebih 40 hari, setelah hari ke 41 dari nuthfah berubah menjadi ‘alaqoh yaitu gumpalan darah. Yang membeku  kurang lebih 40 hari. Setelah hari ke 41 ‘alaqoh berubah menjadi mudghoh, yaitu embrio daripada manusia. Mudghoh berlangsung kurang lebih 40 hari termasuk mudghoh yang dilengkapi tulang belulang dan daging. Pada hari ke 41 mudghoh berubah menjadi  yaitu manusia yang sempurna dan ditiupkan ruh manusia.

Setelah Allah menjelaskan begitu rumit dan hinanya proses kejadian manusia, kemudian diciptakannya menjadi suatu bentuk yang indah dan bagus. Oleh karena itu tiada kata yang pantas disampaikan kepada-Nya selain ucapan tasbih.

proses kejadian manusia 1


PROSES KEJADIAN MANUSIA MENURUT AL-QUR’AN
Seri 1

DASAR : AL-QUR’AN SURAT AN-NISA AYAT : 1


1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

[263] Maksud dari padanya menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa Yakni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan.
[264] Menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.


TAFSIR AYAT :


Ayat ini  dimulai dengan nida (seruan) Am, sehingga yang dimaksud adalah seluruh jajaran manusia baik yang tinggi, pendek, putih hitam selagi dia sebagai manusia. Allah memanggil dan memerintahkan agar ia bertakwa kepada-Nya. Kendati manusia itupun ada yang mempertahankan alam. Allah memerintahkan kepada manusia untuk bertakwa kepada Tuhan, yaitu Tuhan yang menciptakan kamu semua dari diri yang satu.


dari diri yang satu jugalah Allah menjadikan pasangannya. Banyak mufassirin baik Ibnu Abbas, ibnu Mundir serta mufassirin lannya, bahwa kejadian    itu adalah seorang istri yang bernama Hawa yang  yang dijadikan dari tulang rusuk Adam bagian bawah kiri. Alasannya mereka berdasarkan hadis yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud yang artinya ;

 tatkala Adam bediam diri di surga, dia kesepian , maka dia tidur dan setelah bangun tiba-tiba di sebelah kiri Adam telah duduk seorang putrid yang dijadikan dari tulang rusuknya”.


Sedang menurut mufassirin yang lain, dengan demikian nabi menceritakan begitu, mengandung maksud, bhwa perempuan itu punya tabiat yang lemah dan bengkok serta emosional/putus asa. Dalam tafsir al-Manar mengadakan pengkajian yang lebih mendalam bahwa itu sama dengan proses kejadian awal nabi Adam as.


Setelah Allah menjadikan /menciptakan Hawa sebagai pasangan Adam, dari kedua orang itulah dia beranak pinak menjadi laki-laki dan perempuan  yang bayak. Begitu banyaknya menjadikan mereka bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, sebagaimana yang kita lihat sekarang ini.


Allah memerintahkan manusia bertaqwa kepada Allah sebagai Rabbnya,sehingga tauhidnya disebut tauhid rububiyyah. Setelah kejadian mansusia begitu banyak dan meluas, agar semua ingat, bahwa pada dasarnya manusia itu satu. Allah memerintahkan untuk saling bersilaturahmi.



Dengan menyebarnya manusia ke berbagai penjuru yang dapat menimbulkan perbedaan warna ras bukan suatu alas an untuk saling membanggakan diri, karena manusia itu hanyalah satu dan semua berada dalam pengawasan Allah SWT.

Hati Manusia Yang Rusak


Hati manusia

Di Dalam jasad manusia ada segumpal daging yang apabila daging tersebut baik, maka Insya Allah yang lain ikut baik. Dan apabila daging tersebut buruk, maka semua ikut buruk, dan segumpal daging tersebut adalah hati.

            Jika kita pelajari lebih mendalam ternyata hati manusia itu dibagi menjadi Tiga Tipe :

  1. Hati Yang Sehat / qolbun shohih
  2. Hati Yang Sakit / qolbun mariidh.
  3. Hati yang mati / qolbun mayyit.

Penjelasan ;
  1. Hati yang Sehat.
Hati yang sehat adalah hati yang bersih/suci dari segala macam penyakit-penyakit hati seperti sombong, riya dll. Ia mudah menerima nasehat, mudah menerima pelajaran, rajin beribadah, suka menolong dll. Disamping itu ia senantiasa berusaha menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat.
  1. Hati Yang Sakit
Hati yang sakit adalah kondisi hati yang sedang diliputi penyakit-penyakit hati, seperti sombong, riya, iri hati, dendam dll. Ia malas untuk beribadah, sulit menerima nasehat dan pelajaran. Ia terkadang masih suka berbuat dosa-dosa kecil / maksiat dan terkadang pula suka berbuat dosa yang besar. Jika ia beribadah ia beribadah dengan tidak ikhlas.
  1. Hati yang Mati
Hati yang mati adalah kondisi hati yang sudah parah. Ia sudah jauh dari petunjuk agama, sudah berani menentang aturan-aturan Agama maupun Negara. Suka berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya. Sebagai contoh dalam kondisi ini adalah ia suka membunuh orang, melukai, merampok, suka berzina dll.
Setelah kita mengetahui kondisi hati manusia seperti itu, maka muncul pertanyaan, apa yang menyebabkan hati manusia itu rusak ?

Dalam hal ini ada seorang Tabiin yaitu  al-Hasan al-Bashriy pernah mengatakan, bahwa hati manusia itu rusak karena disebabkan oleh enam perkara :

    1. Mereka sengaja berbuat dosa dengan harapan dapat bertaubat.
    2. Mereka menuntut ilmu tetapi tidak mengamalkannya.
    3. Jika mereka mengamalkan mereka tidak ikhlas.
    4. Mereka makan rizki dari Allah tetapi mereka tidak bersyukur
    5. Mereka tidak mau rela dengan pembagian yang diberikan oleh Allah.
    6. Mereka mengebumikan/memakamkan orang-orang yang mati, tetapi mereka tidak mau mengambil pelajaran dari padanya.

Hakekat seorang Anak

HAKEKAT ANAK

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang hakekat seorang anak bagi seorang muslim. Dalam kesempatan ini akan kita awali dengan memperhatikan  firman Allah dalam QS. Al-Baqarah 212.

“ Kehidupan dunia ini dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu berada di atas mereka (lebih mulia) di hari kiamat, dan Allah melimpahkan rizki kepada siapapun yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. Al-Baqarah : 212).

Maka terhadap seorang anak, Allah pun sudah menetapkan empat pilihan, yaitu :

1. Anak Sebagai Hiasan. ( ziinatul hayaa tiddunnya ) lihat QS. Al-Kahfi : 46.

“ Harta dan anak-anak itu hanyalah perhiasan (bagi) kehidupan dunia. Sedang amalan-amalan yang tetap lagi sholih, adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan (merupakan) cita-cita yang terbaik (pula). (QS. Al-Kahfi ayat 46)

2. Anak Sebagai Fitnah . lihat QS. Al-Anfaal : 28

“Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya harta dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian, dan bahwasanya di sisi  Allah itu terdapat pahala yang besar (berupa surga). QS. Al-Anfaal ayat 28

3. Anak sebagai musuh ( “aduwwun ) lihat Qs. At-Taghobuun : 14

“Hai orang-orang yang beriman, sungguh diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu kepada mereka dan jika kamu memaafkan, berlapang dada dan memaafkan (mereka), maka sungguh Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. QS. At-Taghobuun ayat 14.

4. Anak Sebagai penyejuk hati dan pemimpin lihat Qs. Al-Furqan : 74

Dan orang-orang yang berdoa : “ Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami anak keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.”

Anak tipe nomor  4 inilah yang mestinya menjadi harapan, anak yang qurrota a’yun ditandai beberapa hal diantaranya adalah : Rajin menegakkan sholat, gemar berinfak-shodaqoh, gemar menolong sesamanya, jujur, akrab denga al-Qur’an. Dengan demikian kita dihadapkan dengan 4 pilihan, kita akan menjadikan anak-anak kita, anak-anak didik kita akan menjadi seperti apa ? itu semua tentu tidak lepas dari peran dari orang tua / pendidik/guru, pengaruh lingkungan, pergaulan dll. Untuk itu mari kita jadikan anak keturunan kita menjadi anak yang dapat menjadi penyejuk hati. Itu semua akan dapat kita capai dengan modal :

1. Niat / tekad.
2. Ilmu
3. Kebersamaan

muhasabah

MUHASABAH

Firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 24 :

24. Katakanlah: "Jika bapak-bapak , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Kajian Ayat ;
Seorang manusia lebih-lebih umat Islam di dalam mencintai sesuatu tidak boleh melupakan Allah dan Rasul-Nya. Di dalam ayat di atas jelas ada tingkatan seseorang dalam mencintai :
Pertama : mencintai Allah
Dibuktikan dengan taat menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, serta tetap menjalankan syariat Islam sesuai dengan ajaran al-Qur’an.

Kedua : mencintai Rasul-Nya
Dibuktikan dengan melaksankan sunah-sunah Rasul dalam kehidupan sehari-hari. Rajin mengkaji hadits-hadits Nabi dan sedapatmungkin mengamalkan isi kandungan / tuntunan yang disampaikan.

Ketiga : harus tetap berjuang di jalan Allah SWT.
Orang hidup di dunia ini tidak cukup hanya diam saja. Tetapi harus berbuat sesuatu, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Satu hal yang tidak boleh ditinggalkan adalah tetap semangat berjuang di jalan Allah. Yaitu tetap menegakkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan penuh semangat dan loyalitas, dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, kesabaran, keuletan dll.

Asbabun Nuzul Ayat :
Ibnu Sirrin menerangkan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Mekkah yang tak ingin berhijrah ke Madinah. Suatu hari, mereka ditanya Ali bin abi Tholib yang datang ke Makkah. : “ Mengapa kalian tidak berhijrah dan bergabung dengan Rasulullah.? Mereka menjawab, “ Kami akan tetap di sini bersama saudara-saudara, keluarga, dan tempat tinggal kami.” ( HR. Faryabi )

Pendidikan Yang bisa diambil :
Seorang muslim hendaknya
1. Seorang muslim hendaknya menjadikan Allah sebagai pusat penghambaan seorang manusia dan jangan sampai melupakan Allah SWT.
2. Menjadikan Allah dan RasulNya sebagai pusat kecintaan seorang hamba sebelum mencintai yang lainnyya.
3. Disamping manusia melakukan seperti pada poin nomor 2 di atas manusia juga harus gemar berjuang di jalan Allah, berjuang dalam rangka menegakkan syiar Agama Islam.
4. Jika Manusia mampu melaksankan itu semua niscaya Allah akan meridhoi dan membimbing umat ini, sebaliknya jika manusia tidak mampu melakukan hal itu, niscaya Allah akan murka bahkan bisa jadi Allah akan menurunkan musibah dan bencana kepada umat manusia ini.

Renungan
Dinegeri kita yang kita cintai ini akhir-akhir ini sedang dirundung musibah yang berupa gempa bumi dan sunami di mentawai, merapi meletus yang menelan korban jiwa baik di Yogyakarta maupun di Jawa Tengah di sekitar Merapi. Dan masih ada lagi tempat-tempat yang lainnya. Bahkan ada yang menyatakan bahwa panasnya uap merapi kemarin sampai 500 derajat. Itu baru panas uapnya belum laharnya. Subhanallah, lalu berapa panasnya api neraka ?

Lalu Muncul pertannyaan…
1. Mengapa di Indonesia sering terjadi Musibah yang datangnya silih berganti ?
2. Ada apa dengan bangsa Indonesia yang kita cintai ini ?
3. Mungkinkah Allah sedang murka terhadap bangsa Indonesia ?
4. Mungkinkah Allah sedang menurunkan peringatan buat bangsa Indonesia ?
5. Mungkinkah bangsa Indonesia memiliki banyak dosa , sehingga Allah menurunkan bencana .?

Penutup :
Dari beberapa pertannyaan di atas cobalah kita merenungkan untuk mencari jawabannya. Marilah kita bersama berintrospeksi diri / muhasabah terhadap segala hal yang sudah terjadi di negeri ini. Barangkali Allah sedang memberikan peringatan kepada kita karena barangkali kita bangsa Indosesia memiliki banyak dosa. Wallahu a’lam.