Minggu, 24 Maret 2013
Kata-Kata Motivasi :
Kemampuan kita terbatas ? Itu bukan masalah !
Sebab bila di tengah keterbatasan itu kita mampu
Mendahsyatkan diri untuk meraih prestasi tinggi,
itulah kepahlawanan sejati.....
Open Your Heart :
Bukalah hatimu. Berdakwah bukan sekedar memindah ilmu. Demikian juga tarbiyah tak cukup bila sebatas hubungan murid dan guru.
Hubungan tarbiyah adalah komunikasi hati. Karena apa yang keluar dari hati akan sampai ke hati,
apa yang keluar dari lisan hanya akan bercokol di telinga.
Maka bukalah hatimu untuk menerima orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
open Your Eyes
Buka Mata. Jangan ngantukan, jangan baca sambil tiduran. Bila memang mengantuk segera tidur.
Niatkan bangun untuk belajar, bekerja, beribadah dan berkarya. Bangkitlah !
Bukalah mata untuk lebih teliti, lebih jeli,lebih cerdas dan lebih cermat untuk melihat
semua peristiwa dan mampu mengambil pelajaran maupun momentum yang tersedia.
Jangan sampai ada fasilitas yang Allah sediakan untuk kita, lantas kita sia-siakan begitu saja.
open your hear :
Bukalah pendengaranmu. Kita diberi satu mulut dua telinga supaya lebih banyak mendengarkan daripada bicara. Jangan menolak kebenaran dan jangan meremehkan orang lain.
Bukalah telingamu. Tabayyun. Waspadalah dari segala berita dan informasi; jangan mudah terprovokasi. Biasakanlah tabayyun dan meneliti kebenaran informasi. Jangan mudah menyebar berita yang didengar sebelum yakin benar...
Informasi yang kita cari hendaknya memenuhi 3 hal yaitu BAL : BENAR, AKURAT DAN LENGKAP.
Lima Kebaikan di Dunia dan Lima Kebaikan di Akherat
Firman Allah SWT dalam al-Qur'an Surat al-Baqarah ayat 201 :
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". ( QS. al-Baqarah : 201 )
Adapun Lima Kebaikan di dunia adalah :
1. Memiliki Ilmu
2. Dapat Beribadah dengan baik
3. Memiliki rizki yang halal
4. Syukur Nikmat
5. Sabar ketika mendapat musibah
Dan Lima kebaikan di Akherat adalah :
1. Husnul Khotimah
2. Didatangi Malaikat Mungkar dan Nakir dan Bisa Menjawab pertannyaan.
3. Menerima catatan amal dari sebelah kanan.
4. Melewati Jembatan Shirot dengan selamat.
5. Bisa Masuk Surga.
Senin, 02 April 2012
Jalan Menuju Surga
JALAN
MENUJU KE SURGA
QS.
AL-BAQARAH AYAT 25.
Dan
sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa
bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.
Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka
mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka
diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri
yang suci dan mereka kekal di dalamnya. ( QS. AL-Baqarah ayat 25 )
Dari ayat di atas secara jelas dan gambling
bahwa bagi orang-orang yang beriman dan beramal sholeh baginya disediakan surga
oleh Allah SWT. Lalu bagaimana cara / jalan menuju ke surga ? ada beberapa hal
yang perlu dilakukan oleh seorang mukmin jika dirinya ingin masuk ke surge,
diantaranya adalah……:
1. Dia
harus punya Kendaraan, kendaraan di sini adalah ADDIINUL QOYYIM ( Agama yang
Lurus ), agama yang lurus tidak lain adalah Agama Islam.
Dasar : QS. Ali Imran
ayat 19
Sesungguhnya
agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang
yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka,
karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap
ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS. Ali-Imran
: ayat 19 ).
2. Kendaraan
akan berjalan kalau punya Bensin/bahan bakar. Bahan Bakar untuk bisa sampai ke surga
adalah wastangiinu bishobri was sholaah. ( minta tolonglah kamu kepada Allah
SWT dengan cara sabar dan sholat ).
3. Orang
ingin menuju kampong akherat, maka dia harus punya bekal perjalanan.
Bekal perjalanan menuju
akherat adalah :
a. Iman kepada Allah dan bekal Taqwa Kepada-Nya.
b. Taubat
c. Cinta
kepada Allah SWT dan Cinta kepada Rasulullah SAW
4. Ingin menuju ke kampung Akherat, hendaknya
melalui jalan yang lurus. : jalan yang
lurus adalah jalannya orang-orang yang diberi kenikmatan oleh allah SWT dan
bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan jalannya orang-orang yang
tersesat.
5. Disamping
melalui jalan yang lurus, ia jika harus melalui suatu jalur agar bisa sukses/lancar
sampai ke tujuan. Jalur yang dimaksud adalah
Istiqomah ( Teguh pendirian )
Rabu, 21 Maret 2012
Jumat, 22 Juli 2011
mutiara hikmah dalam mendidik anak
Mutiara Hikmah dalam mendidik anak
Jika anak dibesarkan dengan celaan... dia akan belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan.. dia akan belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan.. dia akan belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan hinaan.. dia akan belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan.. dia akan belajat percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian.. dia akan belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman.. dia akan belajar menaruh kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan.. dia akan belajar menyenangi diri sendiri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi.. dia akan belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan.. dia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan.. dia akan belajar menemukan cinta
dalam hidupnya...
~ (Al-Hikmah) ~
Rabu, 20 Juli 2011
menegakkan kebenaran 2
MENEGAKKAN KEBENARAN DAN KEADILAN 2
DASAR : QS. AL-KAHFI AYAT 29.
29. dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
menegakkan kebenaran 1
MENEGAKKAN KEBENARAN DAN KEADILAN 1
DASAR : QS. AN-NISA AYAT 105.
5. dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya[268], harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.
[268] Orang yang belum sempurna akalnya ialah anak yatim yang belum balig atau orang dewasa yang tidak dapat mengatur harta bendanya.
ASBABUN NUZUL
Menurut At-Thobari pada zaman nabi adanya sahabat Anshor mengadu kepada nabi SAW, bahwa dia kehilangan sesuatu. Dalam aduanya itu sahabat Anshor menyatakan bahwa yang mencuri adalah thu’mah bin Ubairaq . setelah Thu’mah mengerti bahwa perbuatannya diadukan kepada nabi SAW, Thu’mah segera menyembunyikan barang curiannya di rumah salah seorang Yahudi. Dalam peristiwa itu nabi hamper terkecoh membela Thu’mah. Dengan peristiwa inilah ayat tersebut diturunkan. Ternyata orang Yahudi benar dan Thu’mah yang bersalah.
Langganan:
Postingan (Atom)